Seorang Sahabat mencari kebahagiaan

Seorang Sahabat mencari kebahagiaan

Seorang Sahabat mencari kebahagiaan

Sahabat, ada sebuah kisah tentang seorang sahabat yang mencari kebahagiaan, cerita ini diangkat dari cerita dua orang  sahabat,  yang satu telah sukses dalam hidupnya, harta yang banyak dan mempunyai jabatan yang cukup dipandang orang, tapi masih merasa hidupnya tidak bahagia. Sedangkan satunya lagi adalah seorang sahabat yang sangaaaaat sederhana.

Dari dua orang sahabat ini, seorang sahabat mencari kebahagiaan dan mereka mengunjungi sebuah panti asuhan, mereka berdua berkeliling di panti asuhan dan memberikan sedikit rejekinya untuk anak – anak panti, setelah selesai, seorang sahabat yang sukses ini bicara kepada sahabatnya yang sederhana ini “ah kamu bisa saja ajak ke panti, bilang aja saya harus nyumbang tuh panti, pake alasan segala, mencari kebahagiaanlah ke panti asuhan ada – ada aja.”

Dengan langkah lesu, dia pun kembali ke mobil mewahnya, tetapi sebelum pintu mobil di tutup, ada anak kecil mengghampirinya,  “om mau pulang ya, om boleh nggak nisa minta sesuatu?” , kedua orang sahabat ini pun tersenyum, dan dengan bangganya karena merasa banyak uang, sahabat yang sukses ini pun langsung menanyakan kepada anak kecil ini “memangnya kamu mau minta apa ?” dan…..sianak kecil ini pun menjawab “ Om, nisa mau panggil ayah ke om, boleh tidak om?”

Dua orang sahabat ini pun saling memandang sambil mengela nafas dan menahan sedih, sediiiih yang amat sangat dirasakan kedua orang sahabat ini, apalagi sahabat yang sukses ini, rasa bangga merasa banyak uang, yang tadinya terbersit difikirannya bahwa anak kecil ini paling minta uang atau permen, ternyata anak kecil ini hanya minta sesuatu yang sama sekali tidak ada dalam fikirannya, tanpa terasa hatinya pun luluh, dengan tangan dan suara bergetar, sahabat yang sukses ini menyambut tangan anak kecil ini dan menjawab “boleh, nak ..boleh..panggil om, Ayah”, dan anak kecil yang dipanggil nisa ini pun tersenyum bahagia.

“terimakasih ayah, kapan ayah datang lagi ?,

sambil menahan sedih sahabat yang sukses ini menjawab  “nanti ayah atur waktu lagi, ya..”

“nisa boleh minta satu lagi ke ayah?”, “boleh, nisa mau minta apa ?”

“Ayah kalau boleh, nisa minta foto ayah, nisa mau simpan di kamar, jadi kalau nisa kangen sama ayah, nisa bisa liat foto ayah”

Dengan berlinang air mata sahabat yang kaya raya itu segera memeluk nisa,

“Besok ayah datang lagi bawa foto dan ayah akan sering datang kesini untuk ketemu nisa”

Hati sahabat yang sukses ini bahagia, ya… ia bahagia sekarang !

Ternyata bahagia itu bukan saat kita memiliki segalanya, melainkan disaat kita bisa mengasihi, memberi yang kita miliki untuk orang lain, meski itu hanya ungkapan KASIH SAYANG.

Kesuksesan, harta yang banyak, kelebihan bukan untuk dipamerkan,  sehingga lupa diri, yang akhirnya digunakan untuk menyakiti orang lain, pangkat lebih tinggi, harta lebih banyak, badan lebih kekar, karena “KEKAYAAN” bersifat sementara dan “KEBAHAGIAAN” tidak bisa dibeli dengan “UANG”.

Apapun juga yang kita perbuat, berbuatlah dengan “HATI” seperti untuk Allah dan bukan untuk manusia.

Semoga Allah SWT memberi Rahmat dan MaghfirahNYA  kepada kita semua…. Aamiin

Semoga kita semua dapat berbahagia dalam menjalankan sisa sisa hidup yang sementara ini.

Semoga kisah Seorang Sahabat mencari kebahagiaan ini bermanfaat dan dapat menjadi inspiratif dalam kehidupan kita.  Aamiin

Sahabat, baca artikel selanjutnya yuk.. kekuatan iman mengubah peradaban dan kolektifitas

 

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: