Puisi Presiden Joko Widodo hari ini

 

Puisi Jokowi

Puisi Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) membacakan puisi di momentum Hari Sumpah Pemuda ke-89 tahun di Istana Bogor, Jawa Barat. Dalam perayaan Hari Sumpah Pemuda itu pemerintah juga  mengundang komunitas-komunitas berprestasi di Indonesia.

“‎Tadi pagi saya diberikan banyak tulisan-tulisan. Coba diberikan satu saja. Ini baru tadi pagi,” kata Jokowi di lokasi,

Peringatan sumpah pemuda di Istana Kepresidenan Bogor, diselenggarakan menyesuaikan perkembangan zaman. Konsep kegiatan langsung berasal dari anak-anak muda yang disambut positif oleh Presiden Jokowi. “Bapak Presiden ingin dalam Hari Sumpah Pemuda tahun ini kita harus mendengarkan apa yang anak muda mau,” demikian Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

Presiden Jokowi berpenampilan santai dalam acara itu dengan mengenakan kaos berkerah putih, berlengan panjang yang sedikit digulung, serta celana berbahan jeans berwarna biru. Sepatu yang dikenakan pun model kets dengan warna abu-abu.

Sebelumnya, Presiden juga membuat video di Istana Merdeka, Jakarta, dalam video tersebut, Presiden mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang beragam. Terdapat tujuh ratusan suku serta seribuan lebih bahasa daerah.

“Kita ingin Sumpah Pemuda menjadi semangat abadi para pemuda Indonesia, yaitu kerja sama beragam pemuda dengan latar belakang yang berbeda,” kata Presiden

Puisi yang dibacakan Kepala Negara itu berjudul Sumpah Abadi karya dari novelis terkenal Dewi Dee Lestari. Presiden Jokowi tampak menghayati setiap ejaan kata yang dibacanya hingga‎ membuat suasana hening sementara untuk mendengarkan puisi dari orang nomor satu di Indonesia itu.

“Ini karya Mba Dewi Dee Lestari. Enggak tahu orangnya ada ndak. Tapi tulisannya sampai ke saya,” ucap Jokowi.

 

Berikut ini petikan puisi Sumpah Abadi‎ karya Dewi Dee Lestari yang dibacakan Presiden Jokowi.

Berikut isi puisi yang dibacakan Presiden:

Sumpah Abadi
Ketika pemuda bersumpah
Sumpah yang bukan hanya untuk dirinya
Melainkan Tanah Airnya
Ketika pemudi bertekad
Tekad yang bukan hanya untuk kaumnya
Melainkan segenap bangsanya
Gegar gunung dan lembah
Gemetar lautan dan pantai
Bergetar jantung dan berdesir darah
Ketika pemuda dan pemudi
Menyeberangi keberagaman, ketidaksamaan
Demi bersama bekerja
Abadi bersumpah
Untuk Indonesia

 

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: