NASIHAT GURUKU (52): Tentang Rezeki dan Dunia. 0leh: KH.Bachtiar Ahmad

NASIHAT GURUKU (52): Tentang Rezeki dan Dunia. 0leh: KH.Bachtiar Ahmad

NASIHAT GURUKU (52): Tentang Rezeki dan Dunia.
0leh: KH.Bachtiar Ahmad

Anakku, sebagaimana yang diterangkan Allah Ta’ala di dalam Kitab-Nya, maka pada saatnya engkau akan berjumpa dengan orang-orang yang sangat tamak ataupun loba pada kehidupan dunia. inilah NASIHAT GURUKU (52): Tentang Rezeki dan DuniaDan mereka itu adalah dari kalanganmu sendiri, yakni orang yang mengaku beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Mereka bahkan lebih serakah lagi dari orang-orang Musyrik, lupa pada kematian dan senantiasa berharap umur mereka dipanjangkan Allah Ta’ala. Inilah yang disebutkan Allah di dalam Kitab-Nya:

“Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan di dunia, bahkan lebih loba lagi dari orang musyrik. Keingingan diantara mereka diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.”(Q.S.Al-Baqarah: 96)

Dan yang lebih meyedihkan lagi adalah, bahwa mereka akan menjadi orang yang kikir dan sangat takut kehilangan hartanya lantaran bisikan “syaithan” sebagaimana yang diterangkan Allah Ta’ala dengan Firman-Nya:

“Setan menjanjikan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan dan kikir; tahukah kamu bahwa Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(Q.S. Al-Baqarah: 268)

Sifat kikir tersebut telah pula menjadikan mereka sebagai orang yang sombong dan bangga dengan apa yang mereka miliki, suatu hal yang sangat dibenci Allah Ta’ala sebagaimana Firman-Nya:

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai kesombongan dan orang yang bangga akan diri sendiri,yaitu orang yang bersifat kikir, dan mengajak orang lain berbuat kikir dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah tempatkan untuk orang2 kafir siksa yang pedih.”(Q.S.An-Nisaa’: 36-37)

Anakku, dalam keadaan yang demikian itu sesulit dan sesusah apapun hidup yang engkau jalani, janganlah engkau mengikuti cara mereka. Tetaplah istiqomah dengan usaha yang diridhai Allah, janganlah engkau takut tidak makan atau tidak mendapatkan rezeki dari Allah Ta’ala. Sebab Allah Ta’ala telah menjamin rezeki kita sebagaimana yang tersirat dan tersurat dalam Firman-Nya:

“Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba2-Nya.”(Q.S. Al-Isra’: 30)

Firman Allah Ta’ala tersebut mengandung makna bahwa semua makhluk Allah tetap mendapat rezekinya sesuai dengan ukuran dan takaran yang dikehendaki Allah baginya. Bahkan bagi yang tidak dapat bergerak untuk mengurus rezekinya sekalipun, Allah berikan bagian mereka sebagaimana Firman-Nya:

“Dan berapa banyak binatang yang tidak mendapatkan rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(Q.S.Al-Ankabut: 60)

Anakku, sebagaimana yang disematkan-Nya dalam Kitab-Nya yang mulia, sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengingatkan kita melalui lisan Musa a.s yang berkata kepada kaumnya:

“Hai kaumku, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah sementara dan sesungguhnya akhirat itulah tempat yang kekal.”(Q.S. Al-Mu’min: 39)

Oleh sebab itulah seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, beliau lebih suka hidup dalam keadaan serba kekurangan daripada nantinya harus berurusan dengan Allah Ta’ala dalam soal harta duniawi. Dan hendaklah pula engkau yakini; Bahwa rezeki yang banyak belum tentu Allah berkahi. Sebaliknya bisa jadi hal itu adalah merupakan siksaan Allah bagi mereka di dunia ini yang pada akhirnya mereka mati dalam keadaan kafir. Hal ini Allah Ta’ala terangkan di dalam Kitab-Nya:

“Dan janganlah kekayaan dan anak2 mereka menarik hatimu. Sungguh Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak2 itu dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir.”(Q.S.At-Taubah: 85)

Satu lagi anakku, sungguh dunia yang engkau pandang indah ini sebenarnya adalah sesuatu yang sangat buruk dalam pandangan Allah Ta’ala dengan Firman-Nya:

“Ketahuilah, bahwa sungguh kehidupan dunia itu hanyalah senda gurau dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga dengan banyaknya kekayaan dan turunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi mati. Dan di akhirat nanti, ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Q.S. Al-Hadiid: 20)

Semoga NASIHAT GURUKU (52): Tentang Rezeki dan Dunia bermanfaat dan Allah Ta’ala senantiasa memberi kita petunjuk dan melihara kita dari tipuan dunia yang fana ini.

Bagansiapiapi, 28 Rabi’ul Akhir 1438 H / 27 Januari 2017
KH.Bachtiar Ahmad

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: