Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu

Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu

Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu

Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu. Kisah Nyata ini cukup menakutkan bagi kita seorang Ibu atau orang tua Nauzubilahminzalik.

Beberapa hari ini, saya memikirkan beberapa teman-teman yang telah meninggal dunia, Innalilahiwainalilahirojiun, setiap hari, setiap minggu, setiap bulan, ada saja berita duka baik lewat sosial media maupun lewat mesjid dekat rumah, tapi..kenapa akhir-akhir ini berita duka begitu sering sekali saya dengar, dan saya ketahui, seakan tiada hari tanpa adanya berita duka ini,  mungkin karena usia saya yang semakin bertambah dan berkurangnya jatah kehidupan di dunia ini, beda dengan dua tahun yang lalu, atau beberapa tahun lalu. Kali ini saya mau menulis tentang Kisah Nyata seorang teman, yang menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu, ya inilah kisah nyata yang cukup menakutkan bagi kita seorang Ibu atau sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak. Bersyukur dan Alhamdulilah kami semua dapat mengambil hikmahnya.

Ibu yang sholeha, inilah kisah nyata yang sedikit  saya ceritakan tentang salah satu teman saya yang telah tiada, Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu ini InsyaAllah ada hikmahnya dan ini adalah kisah nyata yang dialami teman saya sendiri.

Sebulan yang lalu, seorang teman saya meninggal dunia dengan meninggalkan dua orang anak, satu anak laki dan satunya lagi perempuan, yang laki-laki  sudah memasuki sekolah menengah atas dan yang perempuan sudah memasuki bangku kuliah, semua orang sudah tau bahwa anak – anak nya adalah anak yang berprestasi bahkan banyak penghargaan yang didapatkan dari beberapa negara karena kecerdasannya. Memang saya bangga dengan bundanya yang telah mendidik anak-anak sepintar mereka, tapi …dengan meninggalnya bundanya, saya baru tahu bahwa kedua anaknya ternyata bukanlah anak yang sholeh dan sholeha, karena mereka ternyata sama sekali tidak mengerti bagaimana sebaiknya seorang anak yang baik atau yang sholeh dan sholeha bersikap terhadap orang tua yang sudah meninggal. Melihat bundanya terakhir kali saja pun mereka tidak mau, apalagi memandikannya, begitu pula untuk mendoakannya, mereka hanya bisa marah-marah dan kesal karena bundanya telah tiada. Entah apa yang difikirkan saya pun tidak mengerti. Nauzubillahminzalik.

Ibu yang sholeha,…memang hidup itu adalah pilihan, begitu pula cara kita dalam mendidik anak kita, ada baiknya kita didik anak kita dengan pendidikan yang baik dan seimbang baik untuk dunia dan akheratnya, apabila sudah terlanjur, beritahulah pada mereka minimal bekalilah mereka bagaimana bersikap bila kita tiada, beri amanah padanya, bahwa kita membutuhkan doa mereka, memang amanah ini mungkin akan memberikan kesedihan bagi anak kita maupun kita sendiri, nah untuk mencegah kesedihan ini sampaikan lah amanah diwaktu kita sedang komunikasi dalam situasi yang menyejukan, bukan pada waktu kita sakit atau lagi sekarat, sehingga kesedihan yang seakan – akan kita mau meninggal tidak terasa. Ibu yang sholeha, hal ini saya sampaikan supaya pengalaman yang pernah terjadi pada teman saya, supaya tidak terjadi lagi atau dialami oleh para Ibu, karena lebih baik kita sampaikan walaupun berat rasanya.

Ibu yang sholeha,….berdoalah untuk anak kita supaya mempunyai “Aqidah dan Akhlaq Mulia” dan janganlah lupa kita pesan kepada anak-anak kita untuk selalu menjaga sholatnya, beramal, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu berbuat baik kepada siapapun, dan juga mintalah di doakan pada anak kita mulai dari sekarang, seperti “doakan Ibu ya..dalam setiap sholat, supaya selalu sehat”, hal ini supaya mereka terbiasa mendoakan kita sebagai orang tuanya sebagai Ibu dari anak-anak kita dan juga jangan lupa sering-seringlah berkomunikasi dan berpesan, memberikan amanah padanya supaya pesan dan amanah kita benar benar menempel padanya, selain pesan – pesan diatas jangan lupa pesan pada anak kita supaya berbuat dan bersikap yang bisa membuat orang tua berbahagia di alam barzah dan aherat kelak.

Ibu yang sholeha,..Ibu saya adalah bukan orang yang pintar, baik dari segi agama maupun pendidikannya beliau adalah Ibu yang sangat sederhana, tapi Ibu saya adalah orang yang tidak pernah lelah selalu mendoakan anak-anaknya bahkan kalau anak-anaknya sedang ujian di sekolah beliau berpuasa dan malam berzikir minta kepada Allah supaya anaknya naik kelas, ringan ya naik kelas, bukannya juara atau berprestasi tapi hanya naik kelas, bisa membuat beliau sudah bangga,   dan  yang selalu Ibu saya ucapkan dan sering membuat saya sedih adalah “selalu doakan Ibu ya, juga kalau Ibu sudah meninggal, bacakan Ibu Alquran” itulah kata-katanya, yang sering kali diucapkan, sedikit tapi membuat bapeeerrr.  Alhamdulilah di hari akhirnya anak-anaknya mengiringi perjalanan pulangnya, kami semua sempat membisikan kalimat TALKIN ditelinganya dan bersama-sama memandikan Ibu yang terakhir kali.

Ibu yang sholeha, tulisan tentang Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu semoga menjadi pelajaran bagi kita dalam mendidik anak-anak kita dan semoga diakhir perjalanan kita pulang keharibaan, saat sakaratul maut, anak kitapun dapat mengiringi kepergian kita. Aamiin Ya Robbalalamin.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Ibu yang sholeha, ada beberapa artikel lagi yang mungkin bermanfaat buat Ibu,baca yuk ..Kenikmatan Sujud, Normalisasi urat syaraf otak

 

 

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: