Hati – hati penderita gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke

 

Hati - hati penderita gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke

Hati – hati penderita gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke

Gigi merupakan bagian organ tubuh yang penting dan sensitif. Karena sensitif inilah banyak orang salah paham akan kesehatan gigi. Gigi sensitif selalu dikaitkan dengan gigi ngilu karena lubang gigi. Padahal penyebab gigi ngilu beragam, mulai dari malas sikat gigi hingga masalah serius seperti gusi berdarah  berpeluang terkena serangan jantung dan stroke dan penyakit syaraf lainnya.

Gusi berdarah  berpeluang terkena serangan jantung dan strokeNyeri dari gigi merupakan bentuk respon dari syaraf akan terjadinya sesuatu yang salah pada salah satu organ tubuh. Gigi ngilu juga bagian dari reaksi syaraf pada pulpa gigi dengan jenis sakit dan tingkat stimulus yang berbeda. Biasanya rasa ngilu yang timbul berlangsung singkat dengan rasa sakit yang mendalam. Juga rasa ngilu ini bisa timbul karena penipisan email gigi, penurunan gusi, dan dentin gigi yang terbuka. Selain itu, penumpukan sisa makanan pada sela gigi yang sulit dijangkau oleh sikat gigi, juga menjadi penyebab gigi ngilu. Bahkan bila terus dibiarkan menumpuk pada sela gigi dan malas sikat gigi, ratusan bakteri akan menyerang gusi yang berdarah dan ikut masuk bersama aliran darah dan menyumbat peredaran darah.

Bakteri yang dimaksud bernama Streptococcus. Di dunia biologi dikenal sebagai bakteri mulut dan gigi, pemicu pembekuan darah yang menyuplai oksigen ke otak dan jantung. Jadi, sangat disarankan bila Anda tidak perlu berkenalan dengan bakteri ini karena bisa  menyebabkan gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke.

Sangat disarankan untuk Anda, menyikat gigi rutin sehari dua kali, dengan bulu sikat yang halus, sehingga tidak melukai gusi. Juga jangan menyikat gigi setelah makan, tapi tunggu hingga 30 menit kemudian, untuk menghindari gigi sensitif yang mengakibatkan pendarahan gusi. Pasta gigi yang disarankan untuk gigi ngilu pun harus mengandung potasium nitrat dan strontinum chloride supaya penyebab gigi ngilu tidak muncul.

Nah untuk menghindari gusi berdarah yang berpeluang terkena serangan jantung dan stroke , lakukanlah hal – hal dibawah ini ;

  • Bulu sikat gigi kasar

saat membeli sikat gigi, pilih bulu sikat yang bertekstur halus, dengan ujung sikat tidak terlalu besar supaya tekanan yang diakibatkan kala menggosok tidak melukai gusi hingga berdarah.

  • Menyikat gigi terlalu keras

menyikat gigi dengan keras, bukan berarti gigi akan bersih dari tumpukan sisa makanan yang bersarang di sela gigi. Namun hanya akan melukai struktur gigi dan memicu kendurnya gusi yang berfungsi menutupi akar gigi. Ketika, akar gigi terlihat, gigi akan bersifat terlalu sensitif pada makanan panas dan minuman dingin.

  • Sering terkena makanan asam dan minuman berkabonasi

bila gusi gigi sudah kendur, sebaiknya hindari makanan asam, minuman bersoda dan alkohol guna Anda terhindar dari rasa ngilu yang tak berkesudahan.

  • Penggunaan mouthwash yang tidak berkualitas

obat kumur gigi yang mengandung alkohol dan zat kimia berlebihan, hanya akan membuat gigi Anda menjadi lebih sensitif dan mudah ngilu. Alangkah baiknya, bila Anda mengganti mouthwash kemasan dengan obat kumur yang alami seperti larutan baking soda.

  • Efek dari pasta gigi yang mengandung whitening

pasta gigi yang mengandung whitening, seringkali menggunakan zat kimia tertentu yang menjadikan gigi Anda menjadi ekstra sensitif dan mudah ngilu tiap kali Anda hendak mengunyah makanaan panas ataupun minuman dingin.

  • Infeksi pada gusi

bila kuman mulut sudah berkembang biak, gusi akan membengkak disertai rasa sakit dan bau mulut. Anda harus segera periksakan ke dokter gigi jika sudah mengalami masalah ini yang diikuti benjolan kecil pada gigi, sebab bila diremehkan akan menimbul bisul kecil bernanah.

  • Kondisi plak gigi yang berlebihan

malas sikat gigi dan membersihkan karang gigi ke dokter gigi, menyebabkan sisa makanan menumpuk padat dan menggerus email gigi selaku pelindung. Jika Anda sudah kehilangan email gigi, gigi akan menjadi over sensitif.

  •  Pernah cedera pada gigi

Anda harus rutin menjalani check up guna tidak ada infeksi lanjutan bila dahulu kala Anda pernah mengalami cedera gigi karena jatuh, benturan, kecelakaan atau lainnya. Meski sudah berlangsung puluhan tahun lamanya, efek yang ditinggalkan oleh cedera gigi masih akan terus berlanjut hingga sekarang.

  • Efek dari infeksi sinus

ketika Anda sedang flu, alergi debu atau punya masalah kesehatan yang berkaitan dengan infeksi sinus, rasa ngilu pada gigi akan kembali muncul. Hal ini dikarenakan tekanan akibat infeksi sinus menekan beberapa akar gigi yang berdekatan dengan area sinus.

  • Kebiasaan “mengunyah” gigi kala tidur

kebiasaan “mengunyah” atau menggertak gigi ketika tidur, patut diwaspadai, jika perlu Anda harus berkonsultasi dengan dokter gigi. Karena gesekan dari gertakan gigi dapat merusak struktur gigi dan gigi menjadi mudah tanggal akibatnya.

  • Peretakan pada gigi

kebiasaan menggertak gigi ketika tidur, cedera gigi atau menggigit makanan yang keras hingga menimbulkan keretakan pada gigi, akan meninggalkan rasa ngilu tiap kali menggigit makanan keras.

  • Baru selesai menambal atau mengebor gigi

gigi ngilu selama seminggu setelah menambal atau mengebor itu hal wajar dan umum terjadi. Namun, bila rasa ngilu tidak mau hilang tiap kali Anda makan atau minum, sebaiknya Anda konsultasi kembali ke dokter gigi.

  • Usia lanjut

seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh semakin melambat. Begitu pula dengan gusi yang semakin melemah dan mengendur elastisitasnya hingga memudahkan bakteri sisa makanan untuk berkembang biak.

Untuk mengatasi rasa sakit dan ngilu yang tidak tertahankan kala melakukan aktifitas yang berhubungan dengan gigi dan mulut, secepatnya Anda harus konsultasi dengan dokter gigi supaya mendapat penanganan yang tepat.

Menjaga gigi dengan menghindari penyebab gigi ngilu, lebih menghemat biaya perawatan gigi yang mahal dan gigi menjadi lebih sehat hingga usia lanjut. Masalah yang diakibatkan oleh bakteri streptococcus bukan lagi masalah remeh dan bisa diabaikan seenaknya. Hati – hati penderita gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke, karena penyakit stroke dan serangan jantung bukanlah penyakit main – main.

Untuk itu, mulai saat ini, tanamkan dan tularkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kesehatan gigi sedari dini, supaya bisa menikmati makanan lezat hingga di hari tua dengan gigi sehat bukan gigi palsu.

Semoga artikel tentang  gusi berdarah berpeluang terkena serangan jantung dan stroke bermanfaat untuk kita semua dan semoga para pembaca di hindari dari sakit gigi dan semacamnya dan yang sakit diberi kesembuhan segera aamiin.

Baca lebih lanjut artikel lainnya yuk  Smart detox bohong adalah sebuah fakta.

 

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: