Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa

Duhai para Ibu...kelak pada saatnya ..

Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa

Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa ,dan berlinang air mata, apakah ada kehawatiran Ibu sebagai orang tua, dimana kita InsyaAllah diberikan usia yang panjang,  kitapun akan merasakan yang namanya tua renta, disaat daya melemah, disaat anak kita semakin sibuk, dan datanglah yang namanya kesenjangan, yang diawali dari merenggangnya komunikasi kita dengan anak, dan terjadilah perbedaan cara berfikir yang jauuuuuuh sehingga kita dan anak – anak sangat sulit untuk saling memahami, ini mungkin belum terbayang oleh Ibu, tapi ada potensi akan terjadi duhai Ibu.

Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa ,dan berlinang air mata, dikala kesepihan itu terjadi, dimana anak – anak telah pergi satu persatu karena sudah berkeluarga, mengiringi semua kehawatiran yang menyelimuti hati, yang kita khawatirkan adalah keselamatan dikala sakaratul maut pun akan menghampiri kita, akan adakah anak-anak kita tercinta, membisikan kalimat TALKIN ditelinga kita, saat mengiringi perjalanan kita, ketika pulang keharibaan saat sakaratul maut.

Duhai para Ibu,…saat ini, jagalah komunikasi kita dan anak-anak untuk bisa berjalan mesra, ramah dan penuh rindu dan jagalah komunikasi kita saling faham, karena anak-anak adalah bekal kita menuju perjalanan kita pulang.

Duhai para Ibu, kebersamaan kita dan anak – anak hanya sebentar mungkin paling lama adalah 40 tahun, sisanya anak kita akan bersama pasangannya masing-masing, sampai akhir hayatnya. Kalau ibu menyadarinya, mungkin akan terasa sangat sebentar, belum cukup rasanya kita dan anak-anak berbagi rasa dalam kurun waktu 40 tahunan itu, kita hanya bisa berdoa dan mengecilkan rasa khawatir yang selalu ada di hati ini.

Duhai para Ibu,….berdoalah untuk anak kita supaya mempunyai ‘Aqidah dan Akhlaq Mulia” dan janganlah lupa kita pesan kepada anak-anak kita untuk selalu menjaga sholatnya, beramal, selalu mendekatkan diri kepada Allah dan selalu berbuat baik kepada siapapun, doakan orang tua, berbuat dan bersikaplah yang bisa membuat orang tua berbahagia di alam barzah dan aherat kelak.

Duhai para Ibu , … lakukanlah untuk anak-anak mu, agar jangan tidur tiap malam sebelum engkau memohon pertolongan Allah dan mengabariNya bahwa engkau Ridho atas anak-anakmu seridho-ridhonya , ….dan janganlah engkau menghalangi RidhoNya kepada anak-anakmu.

Duhai para Ibu,…janganlah kita lupa untuk selalu dan selalu mendoakan anak kita, memang kadang karena beratnya kehidupan sehari-hari seringkali seorang ibu melupakan doa untuk anak-anaknya, sering juga  menganggap bahwa anakku telah mempunyai bekal yang baik karena disekolah yang mahal dan pendidikannya bagus dan sudah cukup baik, atau mengangap bahwa bimbingan psikologi adalah jalan lebih baik untuk perkembangan anakku, cobalah dengan doa Ibu, karena justru Doa Ibu adalah jalan terbaik dan termurah untuk mencapai kebahagiaan anak-anaknya di dunia dan akhirat.

Duhai para Ibu, Janganlah engkau bilang : “Ah anakku masih kecil ,…. ngapain didoakan?  Jangan lakukan itu Ibu, karena bagaimanapun juga mereka akan semakin besar dan dewasa, selanjutnya merekapun akan mengalami tua, dan  disaat mereka lebih butuh akan doa-doamu , tapi mungkin waktu itu engkau sudah di haribaan Ilahi. Nauzu billahi min zalik.

Duhai para Ibu,…lakukanlah walaupun ditengah kesibukanmu dengan pekerjaan dan beratnya hidup ini,  doakan mereka mulai sekarang, jadilah Ibu yang bermurah hati dengan doa-doamu untuk mereka. Allah telah mengkaruniai kita para ibu, sebagai jalan bagi anak-anak kita, untuk dibukakannya pintu syurga melalui doa-doa kita untuk mereka.

Duhai para Ibu,..lakukanlah kapanpun kita mau mendoakan anak kita , ketuk pintuNya kapanpun kita mau dan Allah tak pernah mengantuk dan tidak pernah tidur.

SENYUMLAH dan MAAFKANLAH anak – anak mu atau siapapun yang Menyakitimu dan mengecewakanmu. Karena kita tidak tau kapan Hidup ini akan berakhir.

Semoga tulisan yang bertema Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa ini bermanfaat bagi kita semua, dan dapat dijadikan inspirasi bagi para Ibu yang sholeha Aamiin Ya Robbal Alamin.

Jika para Ibu berkenan, bacalah artikel selanjutnya Ibu, Kisah Nyata temanku, menjadi hikmah akhir perjalanan hidup para Ibu

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *