Aku datang dan akan pergi meninggalkanmu tidakkah kau menyesal ?

Aku datang dan akan pergi meninggalkanmu tidakkah kau menyesal

Aku datang dan akan pergi meninggalkanmu tidakkah kau menyesal

 

Sudah di hari ke 9, aku bertamu, tapi….dimanakah engkau ?
sering kali aku ditinggal sendirian.

Aku datang dan akan pergi meninggalkanmu tidakkah kau menyesal ?

Tidakkah kau rindu dengan ku… ?
Tidakkah kau merasakan bahagia kedatangan ku…. ?
Tidakkah kau ingin menghabisi waktumu dengan ku…?
Tidakkah kau ingin bermesraan dimalam-malam istimewa dengan ku…?
Tidakkah engkau mau memohon dan meminta sesuatu bersama ku…. ?
Tidakkah kau ingin berlama-lama dengan ku dan mencurahkan perasaanmu, dan kau…… menitikan air mata. karena…….. kau takut tak bertemu denganku lagi.

Aku yakin engkau tau kedatanganku akan membawa keistimewaan buatmu, tetapi engkau dimana ?
Engkau tak menghidupkan malam-malam istimewa ini bermesraan dengan ku.

Tidakah kau ingin menggapai kemuliaanku ? dan jika tidak…apa yang kau dapat disaat kepergianku…?

Alquran tak pernah kau sentuh kau hanya baca sekilas dan itu pun lewat smartphonemu dikalau kau sedang menunggu teman, atau di bank disaat menunggu antrian, kalah dengan update status smartphone dan tontonan di media kau bisa lakukan itu berjam – jam.

Dikalau panggilan Shalat, kau pun tak bersegera dan tak lebih khusyu,..
kalah bersaing dengan dering smartphonemu, kau langsung bersegera meningalkan aktifitasmu demi dering smartphonemu.
Kau begitu asiknya baca status teman-temanmu, sehingga zikir pun lupa kau lakukan, sholatpun terabaikan.

Kau begitu sombong sehingga kedatanganku tak kau gunakan untuk banyak meminta ampunan,  aku tahu kau begitu sibuk dengan bisnismu yang sedang panen saat ramadhan. Kau hanya asik untuk menumpuk harta demi tunjangan hari raya dan belanjaan.

Malam dan siang mu tak kujumpai kau, dan mengapa keistimewaanku ini tidak banyak dipakai berbuat kebajikan, kalah dengan kegiatan duniamu.

Tak pula banyak kau bersedekah, padahal kau telah menikmati rejeki yang Allah berikan, tapi kau masih khawatir tak cukup buat mudik dan liburan.

Tidakkah kau menyesal ? waktuku hanya sebentar dan aku akan meningalkamu, mengapa aku kau anggap seperti tamu yang tak diharapkan.
Padahal aku datang dengan begitu banyak kemuliaan dan keistimewaan, seharusnya aku tak kau sia-siakan.

Tidakah kau menitikan air mata sedikit pun…? bermuhasabah dengan ku ?
Percayalah, kepergianku belum tentu akan kembali datang menjumpaimu.
Sehingga seharusnya kau menyesal telah menelantarkanku.

Aku datang dan akan pergi meninggalkanmu tidakkah kau menyesal ?

Masih ada “21” hari kita bersama,
Semoga kau sadar dan beristiqhfar sebelum aku benar-benar pulang dan meninggalkanmu.

“Karena TIDAK ADA JAMINAN umurmu akan bertemu lagi, Ramadhan yg akan datang”

Yang dulu kau rindukan.

 

Artikel selanjutnya …Duhai para Ibu,kelak pada saatnya, kita hanya bisa berdoa

Leave a Reply

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *