Kekuatan iman mengubah peradaban dan kolektifitas

kekuatan iman mengubah peradaban dan kolektifitas

kekuatan iman mengubah peradaban dan kolektifitas

 

Sahabat..apa – apa yang diyakini dalam hati, maka itu akan menjadi apa- apa yang “dipikirkan”.
Apa-apa yg dipikirkan, maka itu akan menjadi sering “dikatakan”
Apa-apa yg dikatakan, maka itu akan cenderung “dilakukan”
Apa-apa yg dilakukan terus menerus, maka itu akan menjadi “budaya/kebiasaan/sifat”
Kumpulan dari budaya individu – individu, maka itu akan menjadi “peradaban”

tawafnya adalah :

 

Jadi budaya dan peradaban yang kita lihat dan rasakan sekarang adalah kolektifitas dari keyakinan hati kebanyakan orang, dan apakah Kekuatan iman dapat mengubah peradaban dan kolektifitas ?

Kebanyakan orang yakin bahwa harta dan tahta bisa buat bahagia dan sukses, maka lahirlah budaya dan peradaban materialistis dan gila kekuasaan. Sukses atau gagalnya seseorang dinilai dengan seberapa banyak hartanya, seberapa tinggi jabatannya. Orang kaya, maka dia sukses, orang miskin, maka dia gagal, jadi pejabat, maka dia sukses, nggak jadi pejabat, maka dia bukan siapa-siapa.

Rasulullah SAW dan Para Sahabat RA mempertontonkan kepada kita semua “Budaya dan Peradaban Iman dan Amal Sholeh” mempertontonkan “kekuatan iman yangg mengubah peradaban dunia”.

Karena di hati-hati beliau berisi IMAN YAKIN SEMPURNA kepada ALLAH dan RasulNYA.

Maka PIKIR beliau adalah PIKIR UMMAT, beliau risau kapada ummat manusia, berpikir bagaimana agar HidayahNYA tersebar ke seluruh alam, bersemayam di hati-hati manusia, agar selamat dunia akhirat.

Ucapan beliau adalah sebaik-baiknya ucapan yaitu DAKWAH mengajak diri sendiri dengan cara mengajak keluarganya dan sebanyak – banyaknya orang lain “Wa man ahsanu qoulan mimman da’aa ilallah” (“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah) yakni menyeru para hamba Allah kepada-Nya.

Perbuatan dan akhlaq beliau adalah: amal sholeh, silaturrahim, dakwah, jihad, sedekah, menyebar kasih sayang karena ALLAH dan RasulNYA. Apa-apa yang Rasulullah SAW lakukan dan kerjakan, maka Para Sahabat RA menirunya.

Maka tak heran jika lahirlah budaya dan peradaban iman, taqwa, ikhlas, akhlaq mulia, rahmatan lil’alamin, amal sholeh, keluarga sakinah mawahdah warohmah, adil, jujur, amanah dan sebagainya.

Sahabat…
semua bermula dari HATI, hati adalah tempat bersemayamnya hidayah, iman, ikhlas, Itulah sebabnya Rasulullah SAW menyuruh kita semua… senantiasa memperbaharui/mengusahakan iman kita dijaga agar selalu bersih dan baik dan penuh keimanan kepada ALLAH TA’ALA. Karena iman umat baik, maka lahirlah peradaban baik, sebaliknya jika iman umat buruk, maka lahirlah peradaban buruk.

Sahabat, masalah kita semua bukan masalah krisis ekonomi, sosial, politik, tekhnologi dan lain sebagainya masalah kita bersama adalah krisis iman. Jika keimanan kita semua usahakan bersama-sama, maka lahirlah suami, istri, anak dan keluarga-keluarga beriman, tetangga-tetangga beriman, petani, pedagang, pebisnis, ekonom beriman, tekhnokrat, ilmuwan/wati beriman, politisi, tokoh-tokoh beriman, presiden, menteri dan rakyat beriman. Maka… lahirlah peradaban MADANI yaitu peradaban seperti kota Madinah ketika zaman Rasulullah SAW dan Para Sahabat RA. InsyaAllah Kekuatan iman mengubah peradaban dan kolektifitas . Aamiin.

Semoga tulisan tentang kekuatan iman dapat mengubah peradaban dan kolektifitas, bermanfaat dan menjadi pencerahan bagi kita semua Aamiin.

 

Baca yuk artikel lainnya  DAHSYAT NYA DOA SEBELUM BERBUKA PUASA PENTING DIBACA

Add a Comment

Your e-mail address will not be published. Required fields are marked *

Call Now Button
Shares
error: Content is protected !!
%d bloggers like this: